Minggu, 26 Mei 2013


Makalah

Larutan, Koloid Dan Suspensi
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:

Jean Veronika A. B.
Kelas: XI ipa 5


SMA NEGERI 1 MAKALE
2012/2013
KATA PENGANTAR:
            Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan perlindunganNya kami dapat menyelesaikan laporan ini tentang hasil praktikum kami di laboratorium kimia SMA Negeri 1 Makale tentang larutan, koloid dan suspensi. Tak lupa juga kami berterimakasih kepada bapak guru yang telah memberi arahan kepada kami dalam menyelesaikan praktikum dan penyelesaian laporan ini.
Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan juga bagi saya sendiri. Jika ada kesalahan kami dalam mengerjakan atau dalam pengetikan mohon kritik dan saran Anda untuk kemajuan dalam pembuatan laporan selanjutnya.
       Selamat membaca.

                                                                                                  Makale, 22 Mei 2013   

                                                                                                                                      Penulis                                                                                                       















Daftar isi
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
B.    Rumusan Masalah
C.    Tujuan Penulisan
D.   Manfaat Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
A.   Pengertian Koloid. Larutan dan Suspensi
B.    Sifat-Sifat Koloid
C.    Perbedaan Larutan, Koloid dan Suspensi
D.   Jenis-jenis Koloid
BAB III METODE PENELITIAN
A.   Jenis Penelitian
B.    Waktu dan Tempat
C.    Metode Kerja
BAB IV PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN
Daftar Isi









BAB I

PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang

Hampir semua mata pelajaran di dunia ini memiliki unsur praktikum. Jika hanya teori itu seperti orang lumpuh yang dapat melihat. Tapi, jika hanya praktikum tanpa teori, hal tersebut bagai orang yang dapat berjalan namun buta. Jadi, keseimbangan antara teori dan praktek sangat diharapkan dan proses belajar-mengajar. Agar siswa dapat lebih memahami teori tersebut praktek diperlukan.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai koloid baik dalam bentuk produk-produk maupun dalam keadaan terlihat yang biasa dijumpai. Seperti produk sabun, dan produk aerosol atau yang sering kali kita lihat seperi udara yang berdebu, kabut, dan lain sebagainya.
Pada dasarnya setiap konsep dan penerapan serta perlakuan melalui praktek kimia membutuhkan larutan dan campuran. Di sini akan di bahas mengenai campuran yang secara khusus yakni campuran koloid. Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi ( larutan kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dengan sifat larutan dan suspensi. Keadaan bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dan dapat di buat dalam keadaan koloid.
Melalui penjelasan di atas  menyampaikan bahwa betapa pentingnya memepelajari koloid, baik dalam sifat-sifat koloid serta mengetahui cara pembuatan-pembuatan koloid. Oleh karena itu sangat penting dilakukannya praktikum mengenai sistem koloid ini mengingat begitu banyak kegunaannya serta begitu erat dengan hidup dan kehidupan sehari-hari dan amat berguna terutama dalam pengaplikasilainnya. Dalam mempelajari dan melakukan percobaan  ini, diharapkan praktikan dapat memahami arti penting dari kegunaan koloid yang amat sering dijumpai terutama dalam bentuk produk-produk industri yang telah ada.

B.   Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis menarik rumusan masalah yaitu:
1.     Bagaimana ciri-ciri koloid?
2.    Apa saja yang termasuk dalam koloid, larutan dan suspensi?




C.   Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan tersebut bukan hanya untuk memenuhi tugas kimia tetapi juga agar pembaca dapat mengetahui apa saja ciri-ciri koloid. Selain itu agar pembaca tahu apa saja yang termasuk dalam koloid, larutan dan suspensi.

D.  Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan laporan ini yaitu sebagai berikut:
a.    Bagi murid
Dapat menjadi pedoman dalam melakukan pratikum selanjudnya.
Menjadi sumber referensi di perpustakaan.
b.    Bagi guru
Menjadi pedoman untuk membimbing siswa dalam melakukan pratikum selanjudnya.



BAB II

LANDASAN TEORI

A.  Pengertian koloid, larutan, suspensi

Sistem koloid (selanjutnya disingkat "koloid" saja) merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).

Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak, kemudian pasir dan semen.
Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll.
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent. Contohnya larutan gula atau larutan garam.
Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. Misalnya, tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat; Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat, campuran tersebut akan mengendap ke bawah.

B.   SIFAT – SIFAT KOLOID
1.      Efek Tyndal
- Peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel koloid
- Penyebabnya : ukuran yang dimiliki oleh partikel koloid
http://2.bp.blogspot.com/-2gvUcoGNOdE/T0Bvy_z99NI/AAAAAAAAAIE/vpCpZfzCiSg/s1600/campuran.jpg
Gambar 1. Perbedaan (a)larutan, (b)koloid dan (c)suspensi dengan menggunakan efek tyndal

2.     http://3.bp.blogspot.com/-rSleY-lLvmo/UXfUGVBaD2I/AAAAAAAAAa4/b38sfVnR1qk/s1600/brown.JPGGerak Brown
- Gerak lurus tak beraturan (zig-zag) dari partikel koloid dalam medium pendispersi
- Terjadi akibat tabrakan antara partikel koloid dengan mendium pendispersinya
- Gerak semakin cepat jika ukuran partikel koloid semakin kecil
- Gerak Brown menyebabkan system koloid bersifat stabil
3.     Elektroforesis
- adalah pergerakan koloid di bawah pengaruh medan listrik.
- partikel koloid data bermuatan listrik karena terjadi penyerapan ion pada permukaan
- Manfaat Elektroforesis
a. Untuk menentukan muatan partikel koloid
b. Untuk memproduksi barang barang industri yang terbuat dari karet
c. Untuk mengurangi zat pencemar udara yang dikeluarkan dari cerobong asap    pabrik dengan alat yang disebut Cottrel

4.    Adsorpsi
- Adalah proses penyerapan suatu zat di permukaan zat lain.
- Zat yang diserap disebut fase terserap dan zat yang menyerap disebut adsorpen.
- disebabkan karena gaya tarik molekul-molekul pada permukaan adsorpen.
- Pemanfaatan adsorpsi dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
a. Proses pemutihan gula pasir
b. Penyembuhan sakit perut dengan serbuk karbon atau norit
c. Penjernihan air keruh dengan menggunakan tawa (Al2(SO4)3)
d. Penggunaan arang aktif
- Penggunaan arang halus pada masker, berfungsi untuk menyerap gas yang beracun
- Filter pada rokok, yang berfungsi untuk mengikat asap nikotin dan tar
5.     Koagulasi
- peristiwa pengendapan atau penggumpalan partikel koloid
- terjadi karena kerusakan stabilitas system koloid atau karena penggabungan partikel
koloid yang berbeda muatan.
- terjadi dalam 3 cara
a. Mekanik, yakni dengan pengadukan, pemanasan dan pendinginan
b. Penambahan elektrolit
c. Pencampuran koloid yang berbeda muatan
Tahu, pembuatan lateks, proses penjernihan air, pembentukan delta di muara sungai
Pengolahan asap atau debu.
6.     Koloid Pelindung
- system koloid yang ditambahkan pada koloid lain agar diperoleh koloid yang stabil
- contoh : gelatin yang digunakan pada pembuatan es krim untuk mencegah pembentukan kristal es yang keras dan kasar
7.     Dialisis
- proses penghilangan ion-ion penggangu kestabilan koloid dengan menggunakan selaput Semipermeabel.
- Selaput semipermeabel adalah selaput yang hanya dapat dilewati oleh ion dan air,tetapi tidak dapat dilewati oleh partikel koloid.
- Aplikasi dalam kehidupan : Dalam proses cuci darah penderita gagal ginjal, proses dialisis
Berfungsi untuk menghilangkan urea dari darah.
8.     Koloid Liofil dan Liofob
- Koloid Liofil : koloid yang partikelnya menarik (suka) medium pendispersinya.
Contoh : agar-agar, lem, kanji, gelatin
- Koloid Liofob ; koloid yang tidak menarik (tidak suka) medium pendispersinya.
Contoh : koloid logam







C.   PERBEDAAN LARUTAN, KOLOID DAN SUSPENSI
Ciri-ciri larutan:
1.     1 fase
2.    jernih
3.    homogen
4.    diameter partikel:  <1 nm
5.    tidak dapat disaring
6.    tidak memisah jika didiamkan

Ciri-ciri Koloid:
1.     2 fase
2.    keruh
3.    antara homogen dengan heterogen
4.    diameter partikel: 1 nm<d<100 nm
5.    tidak dapat disaring dengan penyaring biasa, melainkan dengan penyaring ultra
6.    tidak memisahkan jika didiamkan

Ciri-ciri Suspensi:
1.     2 fase
2.    keruh
3.    heterogen
4.    diameter partikel: >100 nm
5.    dapat disaring dengan kertas saring biasa
6.    memisah jika didiamkan
Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut. Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran, yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah haemoglobin. Berat molekul dari molekul ini 66800 s.m.a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7.

D.  Jenis – jenis koloid
Koloid merupakan suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil, tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan; larutan bersifat stabil. Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut :
- Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid
- Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid
Tingkat wujud (fase) benda terdiri dari, cair dan gas. Tiap tingkat wujud tersebut dapat menjadi tersebut dapat menjadi medium pendispersi ataupun fase terdisfersi, berdasarkan hal tersebut, sistem koloid dapat di bagi menjadi beberapa jenis, seperti yang tercantum dalam tabel di bawah ini:

Fase
Terdispersi
Medium Pendispersi
Nama
Koloid
contoh
Gas
Cair
Busa/ buih
Busa air laut, Busa sabun
Gas
Padat
Busa padat
Karet busa,batu apung
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut,awan,embun
Cair
Cair
Emulsi
Susu,mayones, santan
Cair
Padat
Emulsi padat
Mutiara,mentega,keju
Padat
Gas
Aerosol padat
Debu, asap
Padat
Cair
Sol
Cat kanji
Padat
Padat
Sol padat
Kaca, paduan logam
  
            Dari tabel di atas, yang perlu diingat adalah sebagai berikut:
a.       Aerosol : sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas, jika yang trerdispersi berupa zat cair di sebut aerosol cair.
Dewasa ini banyak produk dibuat dalam bentuk aerosol seprti semprot rambut (hair spray), semprot obat nyamuk, farpume, cat semprot, dan lain-lain. Untuk menghasilkan aerosol di perlukan suatu bahan pendorOng (propelan aerosol). Contoh bahan pendorong yang banyak digunakan adalah senyawa klorofluorokargon (CFC) dan karbondioksida.
b.      Sol : sistem koloid yang fase terdispersinya berupa zat padat dan medium pendispersinya berupa zat padat, disebut sol padat.
c.       Emulsi : sistem koloid yang fase terdispersinya berupa zat padat dan medium pendispersinya berupa berupa zat cair. Bila medium pendispersinya berupa zat padat dikenal dengan emulsi zat padat.
d.      Busa : sisitem koloid yang fase terdispersinya berupa gas dan medium pendispersinya  berupa cair, bila medium pendispersinya berupa zat padat disebut busa padat.

BAB III

METODE PENELITIAN


A.  Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen laboratorium.

B.   Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini kami lakukan di Laboratorium kimia SMAN 1 Makale, di Kelurahan Kasimpo, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian kami lakukan pada hari selasa, 14 Mei 2013 pukul 7.30 sampai selesai.

C.   Metode Kerja
a.    Alat dan Bahan

No.
Alat
Bahan
1
Sendok spatula
Urea
2
Gelas kimia
Deterjen
3
Pipet tetes
Garam
4
Tabung reaksi
Tepung
5
Senter atau sumber cahaya lain
Agar-agar
6
Penumbuk atau penghalus
Belerang

b.   Cara Kerja
Ada pun cara penelitian kami adalah sebagai berikut:
1.     Isilah 6 gelas kimia masing-masing dengan 50 mL aquades.
2.    Tambahkan satu sendok spatula kecil dari bahan-bahan tersebut ke dalam masing-masing tabung, kecuali belerang perlu dihaluskan dengan diberi garam kemudian ditumbuk. Beri label untuk masing-masing tabung.
3.    Aduklah setiap campuran (batang pengaduk harus dibilas dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mengaduk isi gelas yang berbeda). Perhatikan dan catat apakah zat yang dilarutkan larut atau tidak larut.
4.    Diamkan campuran-campuran itu. Perhatikan dan catat apakah campuran stabil atau tidak stabil, bening atau keruh.
5.    Ambillah filtrat dari setiap campuran-campuran tersebut dengan menggunakan pipet tetes.
6.    Masukkan setiap filtrate ke dalam tabung reaksi dan uji efek tyndall setiap filtrate dengan menyinarinya dengan cahaya.

BAB IV
PEMBAHASAN
Ada pun hasil penelitian kami yaitu sebagai berikut:
Tabel 1 hasil penelitain terhadap campuran-campuran bahan-bahan tesebut (bukan filtrate).
Jenis Campuran
Larut / tidak
Stabil / Tidak (dilihat dari keadaan ampas)
Bening / Keruh
Urea
Larut
Stabil
Bening
Deterjen
Tidak
Tenggelam
Keruh
Garam
Larut
Stabil
Bening
Tepung
Tidak
Tenggelam
Keruh
Agar-agar
Larut
Tenggelam
Keruh
Belerang
Tidak
Mengapung
Keruh

Tabel 2 hasil penelitian terhadap filtrate campuran-campuran tersebut.
Jenis Filtrat
Efek Tyndall
Endapan
Keruh / Tidak
Urea
Ada
-
Bening
Deterjen
Ada
-
Keruh
Garam
Ada
-
Bening
Tepung
Ada
-
Keruh
Agar-agar
Ada
-
Bening
Belerang
Ada
-
Bening


BAB V
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian di bab sebelumnya dapat kami simpulkan bahwa:
Jenis Campuran
Larutan
Koloid
Suspensi
Urea
ya


Deterjen

Ya

Garam
ya


Tepung

Ya

Agar-agar

Ya

Belerang


ya

Dari tabel di atas dapat kita tarik kesimpulkan bahwa:
a.    Yang termasuk Larutan yaitu Larutan Urea dan Larutan Garam.
b.    Yang termasuk Koloid yaitu campuran detergen, tepung dan agar-agar.
c.    Yang termasuk Suspensi yaitu Belerang.
Selain itu, ciri-ciri dari koloid sesuai dengan pratikum yaitu:
1.     Larutan tidak stabil (terbentuk endapan).
2.    Ada efek tindal.
3.    Larutan keruh.
4.    Tidak ada endapan setelah penyaringan.


Daftar pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar